Tahap perkembangan peserta didik sengat penting untuk di pahami dalam melaksanakan proses pembelajaran. Baik dididalam keluarga kita sebagai orang tua ataupun kita pada kapasitas sebagai seorang pendidik. Dalam buku "Mengelola kecerdasan dalam pembelajaran" Hamzah B.Uno & Masri Kuadrat membagi tahap perkembangan peserta didik yang terdiri dari:
1. Tahap pra-operasional( usia 2-7 tahun).
Pada tahap ini kemampuan skema kognitifnya masih terbatas. Peserta didik suka meniru perilaku orang lain. Perilaku yang ditiru terutama perlaku orang lain[ khususnya orang tua dan guru] yang pernah ia lihat ketika orang itu merespons terhadap perilaku orang, keadaan, dan kejadian yang dihadapi pada masa lampau. Peserta didik mulai mampu menggunakan kata-kata yang benar dan mengekspresikan kalimat-kalimat pendek secara efektif.
2. Tahap operasional kongkret ( usia 7-11 tahun)
Pada tahap ini peserta didik sudah mulai memahami aspek-aspek kumulatif materi, misalnya volume dan jumlah; mempunyai kemampuan memahami cara mengombinasikan beberapa golongan benda yang bervariasi tingkatannya. Selain itu, peserta didik sudah mampu berpikir sistematis mengenai benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang kongkret.
3. Tahap operasional formal ( usia 11-15 tahun)
Pada tahap ini peserta didik sudah menginjak usia remaja. Perkembangan kongnitif peserta didik pada tahap ini telah memiliki kemampuan mengoordinasikan dua ragam kognitif, baik secara simultan[serentak] maupun berurutan. Misalnya kapasitas merumuskan hipotesis[anggapan dasar] peserta didik mampu berpikir untuk memecahkan masalah dengan lingkungan yang ia respons. Sedangkan dengan kapasitas menggunakan perinsip-perinsip abstrak, peserta didik akan mampu mempelajari materi pelajaran yang abstrak, seperti agama, matematika, dan lainnya.
Dari uraian diatas kita berharap dalam melaksanakan pembelajaran, metode yang tepat sesuai dengan tahap kecerdasan peserta didik.
Selasa, 02 Agustus 2011
Sabtu, 30 Juli 2011
Metode Jigsaw
Metode jigsaw adalah salah satu dari model pembelajaran yang digunakan dalam penyampaian materi ajar. Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.
Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam:
a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya;
b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.
Model pembelajarannya seperti bagan dibawah:
Selanjutnya peserta didik bergabung dalam subtopik masing-masing seperti dibawah ini
Selanjutnya mereka kembali ke kelompok semula.
Semoga bermanfaat untuk pendidikan Bangsa.
Semoga bermanfaat untuk pendidikan Bangsa.
Langganan:
Postingan (Atom)